Jurnal Teknik Kimia https://jurnaltekkim.upnjatim.ac.id/index.php/jurnaltekkim <p>Welcome to the new official website of the <em>Jurnal Teknik Kimia </em> (previously accessible at <a href="http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/index">http://ejournal.upnjatim.ac.id/index.php/tekkim/index</a></p> <p>Starting from Volume 20, Issue 1 (2025), all publication processes will be carried out through this site.</p> <p><em>Jurnal Teknik Kimia </em>is an international open-access journal published three times a year—in February, June, and October. The journal accepts original research articles and literature reviews that aim to contribute significantly to the field.</p> Program Studi Teknik Kimia, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur en-US Jurnal Teknik Kimia 1978-0419 The Use of Moringa Seeds and Alum to Improve the Quality of Well Water into Drinking Water https://jurnaltekkim.upnjatim.ac.id/index.php/jurnaltekkim/article/view/28 <p>Water is a basic need of living things that is very important to maintain its quality so that it does not cause <br>problems. The method that can be used to improve water quality is to carry out the coagulation method using moringa <br>seed coagulant (moringa oleifera) and alum which has been proven to be able to improve the quality of water. Both <br>coagulants can reduce the following parameters, turbidity by reducing TSD, neutralizing pH, reducing dissolved metal <br>levels, color, and reducing microorganisms contained in it such as E-coli bacteria and total coliform. The results of this <br>study indicate that the two coagulants can reduce the parameter values of TDS, turbidity, iron content, E-coli, color, and <br>pH in the sample water to be below the maximum limit or in accordance with drinking water quality standards, but the <br>nitrate parameter is not yet below the maximum level. The optimum concentration to improve the quality of well water <br>into drinking water is 2.5 ppm with an optimum residence time of 4 weeks.</p> Bambang Sugiarto Sephia Lita Acitya Putri Alvina Damayanti Retno Dwi Nyamiati Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Kimia 2026-02-28 2026-02-28 21 01 13 24 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.28 Design of A Microwave-Assisted Hydrodistillation Reactor for Household Industry Scale https://jurnaltekkim.upnjatim.ac.id/index.php/jurnaltekkim/article/view/36 <p>Penelitian ini menyajikan perancangan inovatif tabung reaktor untuk Microwave-Assisted Hydro Distillation (MAHD) yang dioptimalkan untuk produksi minyak atsiri skala industri rumahan. MAHD, sebagai alternatif efisien terhadap metode distilasi konvensional, diaplikasikan melalui desain reaktor baru yang mempertimbangkan optimasi perpindahan panas dan efisiensi energi. Reaktor ini dirancang menggunakan stainless steel 304 dengan kapasitas 30-50 liter dan diintegrasikan dengan sistem pemanasan microwave (500-2000 W) serta sistem pendingin kondensor pipa tembaga. Hasil pengujian menunjukkan peningkatan rendemen minyak atsiri hingga 30% dibandingkan metode distilasi air konvensional, dengan waktu ekstraksi yang lebih singkat (suhu 100°C tercapai dalam &lt; 15 menit pada daya 1000 W). Analisis lebih lanjut mengungkapkan kondisi operasional optimal pada daya 450 W dan rasio bahan baku terhadap pelarut (F/S) 0,35 g/mL. Perancangan ini menawarkan solusi yang signifikan untuk meningkatkan efisiensi produksi minyak atsiri di industri rumahan, dengan implikasi potensial dalam mengurangi konsumsi energi dan meningkatkan kualitas produk</p> Sabdha Purna Yudha Dwi Setyorini Achmad Qodim Syafaatullah Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Kimia 2026-02-28 2026-02-28 21 01 1 12 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.36 IDENTIFIKASI KOMPONEN METIL ESTER HASIL REAKSI INTERESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN BIOKATALIS EKSTRAK DAUN SALAM https://jurnaltekkim.upnjatim.ac.id/index.php/jurnaltekkim/article/view/63 <p>Sintesa biodiesel terkendala dengan banyaknya tahapan proses yang harus dilakukan. Proses menjadi lebih efisien jika tahapan proses bisa dikurangi terutama pada tahap pemisahan produk samping dan katalis. Proses interesterifikasi minyak jelantah dengan biokatalis senyawa aromatic adalah solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Ekstrak daun salam mengandung senyawa aromatic kuersetin yang berpotensi sebagai biokatalis pada pembuatan biodiesel tanpa pemisahan karena sebagai bioaditif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan konsentrasi biokatalis ekstrak daun salam pada konsentrasi metil ester yang dihasilkan pada reaksi interesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Berat minyak jelantah yang digunakan 250 g, rasio mol minyak:metil asetat = 1:6, suhu 60<sup>o</sup>C, <em>stirring speed</em> &nbsp;300 rpm, konsentrasi biokatalis (1%, 2% dan 3%) dan waktu reaksi (15 – 75 menit). Minyak jelantah, metil asetat dan biokatalis dimasukkan dalam labu leher tiga dan reaksi sesuai dengan kondisi operasi. Kondisi optimum didapatkan pada proses interesterifikasi minyak jelantah dengan biokatalis ekstrak daun salam 1% pada waktu reaksi 30 menit dengan konsentrasi metil ester 4781,5635 ppm.&nbsp;</p> Elvianto Dwi Daryono Daryono Fitri Icha Oryza Sativa Tia Ardya Wahyu Cahyani Rizky Nartika Nurfitri Eka Maretyaningsih Agung Purwanti Ahmad Faizal Alfiniam Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Kimia 2026-03-03 2026-03-03 21 01 63 72 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.63 Pembuatan Bio-Komposit Dari Ampas Tebu dengan Matrik Karet Jenis Ribbed Smoked Sheet Grade Cutting https://jurnaltekkim.upnjatim.ac.id/index.php/jurnaltekkim/article/view/68 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan bio-komposit dari ampas tebu dengan matriks karet jenis ribbed smoked sheet (RSS) grade cutting, menggunakan variasi perbandingan massa serat dan perlakuan NaOH untuk meningkatkan sifat mekanik komposit. Metode yang digunakan meliputi preparasi serat ampas tebu dengan perlakuan NaOH untuk menghilangkan lignin dan hemiselulosa, serta proses cetak tekan panas dalam pembuatan komposit. Variasi dilakukan pada perbandingan massa serat terhadap matriks dan jenis serat (serat panjang dan serat serbuk). Hasil pengujian menunjukkan bahwa perlakuan NaOH pada serat secara signifikan meningkatkan kekuatan tarik dan tegangan bending komposit. Kekuatan tarik tertinggi diperoleh pada perbandingan serat 1:5 untuk serat yang diperlakukan dengan NaOH, sedangkan tegangan bending tertinggi diperoleh pada perbandingan 1:8 dengan serat serbuk. Secara keseluruhan, penggunaan serat serbuk menunjukkan peningkatan yang lebih besar pada sifat lentur, sementara serat panjang memberikan kekuatan tarik yang lebih baik. Perlakuan NaOH meningkatkan adhesi antara serat dan matriks, yang berkontribusi terhadap peningkatan sifat mekanik. Penelitian ini menunjukkan potensi besar ampas tebu sebagai bahan penguat yang ramah lingkungan dalam pembuatan komposit</em></p> Arif Arifianto Adi Wibowo Dyah Retno Sawitri Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Kimia 2026-03-03 2026-03-03 21 01 41 53 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.68 Simulasi Pemodelan Proses Untuk Produk Biogas Yang Dihasilkan Dari Kotoran Sapi Menggunakan Aplikasi Perangkat Lunak SuperPro Designer https://jurnaltekkim.upnjatim.ac.id/index.php/jurnaltekkim/article/view/81 <p><em>Penelitian ini bertujuan untuk memodelkan produksi biogas dari kotoran sapi menggunakan perangkat lunak SuperPro Designer guna mengoptimalkan efisiensi proses dan memvalidasi hasil simulasi dengan data eksperimental. Permasalahan utama meliputi rancangan model simulasi, validasi hasil, dan konfigurasi unit proses optimal. Metode yang digunakan adalah simulasi komputer dengan parameter suhu mesofilik (37°C), pH 7, dan waktu retensi hidrolik (HRT) 30 hari. Bahan baku berupa kotoran sapi dengan komposisi 8,7% karbohidrat, 2,7% protein, 3,6% lemak, dan 85% air. Hasil simulasi menunjukkan komposisi biogas didominasi metana (76,45%), karbon dioksida (22,19%), hidrogen sulfida (0,6%), dan hidrogen (0,74%). Keberhasilan model ini turut diperkuat oleh hasil studi sebelumnya (Wahyudi et al., 2022; Kurniawan, 2021) yang mencatat kenaikan kadar metana masing-masing sebesar 4,4% dan 9,4%. Efisiensi konversi meningkat berkat penerapan desain alat yang mengintegrasikan pemanas pada feed tank dan penggunaan mixer hybrid. Simulasi ini memberikan solusi efisien untuk produksi biogas skala industri dengan mengurangi ketergantungan pada eksperimen fisik.</em></p> Riski Gunawan Nasution Yoga Fernanda Syaputra Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Kimia 2026-02-28 2026-02-28 21 01 25 40 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.81 STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM KIMIA MELALUI METODE NETRALISASI, MULTI SOIL LAYERING DAN ULTRAFILTRASI https://jurnaltekkim.upnjatim.ac.id/index.php/jurnaltekkim/article/view/96 <p><em>Air limbah laboratorium kimia seringkali ditemukan memiliki sifat berbahaya seperti pH yang sangat rendah serta kekeruhan, total padatan, dan kandungan logam berat yang dapat membahayakan lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi awal pengolahan air limbah laboratorium kimia dengan kombinasi metode netralisasi, MSL dan UF, serta mengetahui efektivitasnya. Adapun hasil Analisa awal pada air limbah yang diperoleh yaitu pH sebesar 1,5; kekeruhan sebesar 133 NTU; total padatan terlarut (TDS) sebesar 22.970 ppm; total padatan tersuspensi (TSS) sebesar 2.704 ppm; dan konsentrasi Fe sebesar 761 ppm. Ketika menggunakan larutan basa (NaOH/KOH) untuk netralisasi, pH naik menjadi netral dan jumlah besi turun sebesar 92,49%. Namun, terjadi peningkatan TSS karena endapan terbentuk selama proses netralisasi. Penggunaan MSL mengurangi kekeruhan dan kadar besi masing-masing hingga 82,93% dan 98,79%,tetapi tidak menurunkan TDS/TSS secara memadai. Ketika MSL dikombinasikan dengan UF, peningkatan keseluruhan paling baik dengan pengurangan kekeruhan sebesar 82,48%; TDS sebesar 48,04%; TSS sebesar 4,88%; dan besi sebesar 99,87%. Dengan demikian, metode terintegrasi netralisasi, MSL dan UF mampu meningkatkan kualitas air limbah, meskipun diperlukan optimasi lanjutan untuk memenuhi baku mutu TDS dan TSS sebelum pembuangan ke lingkungan.</em></p> Mahirullah Afrianti S Lamuru Hasni Hasni Nurfiansyah Nurfiansyah Suriadi Suriadi Nangsih Sulastri Slamet Copyright (c) 2026 Jurnal Teknik Kimia 2026-03-03 2026-03-03 21 01 54 62 10.33005/jurnaltekkim.v21i01.96