Analisis Tekno-Ekonomi dan Optimalisasi Pemilihan Teknologi Biogas Upgrading dengan Metode Analytical Hierarchy Process: Studi Kasus PT XYZ
DOI:
https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim.v21i03.122Keywords:
Global Warming, Bio-CNG, Analytical Hierarchy Process, Techno-Economic Analysis, Life Cycle AssessmentAbstract
Industri kelapa sawit Indonesia menghadapi tantangan besar dalam pengelolaan limbah cair Palm Oil Mill Effluent (POME) yang masih dominan menggunakan sistem kolam terbuka dan menghasilkan emisi metana dengan Global Warming Potential tinggi. Konversi POME menjadi Bio-CNG menjadi solusi strategis untuk menekan emisi sekaligus menciptakan nilai ekonomi. Penelitian ini menganalisis kelayakan teknis, ekonomis, dan lingkungan pembangunan Bio-CNG Plant di PT XYZ sebagai model pengelolaan POME berkelanjutan. Pendekatan Analytical Hierarchy Process (AHP) digunakan untuk menentukan teknologi pemurnian biogas paling optimal berdasarkan tujuh kriteria utama, yaitu Technology Readiness Level, methane loss, kemurnian metana, biaya investasi, carbon footprint, land footprint, dan water footprint. Selanjutnya, Techno-Economic Analysis (TEA) diterapkan untuk menilai kelayakan finansial melalui indikator NPV, IRR, dan payback period. Dampak lingkungan dianalisis menggunakan Life Cycle Assessment (LCA) dengan pendekatan cradle-to-grave untuk menghitung potensi penurunan emisi dibandingkan sistem konvensional, yang menunjukkan kemampuan reduksi emisi metana hingga 80–90%. Integrasi ketiga metode memberikan dasar ilmiah kuat bagi replikasi teknologi Bio-CNG di industri kelapa sawit nasional. Penelitian ini mendukung penerapan ekonomi sirkular, percepatan transisi energi bersih, serta pencapaian target Net Zero Emission 2060, sekaligus berkontribusi pada pengembangan standar nasional analisis tekno-ekonomi dan LCA berbasis limbah industri.




