Efektivitas Natrium Karbonat dan Natrium Hidroksida dalam Pemisahan Bitumen Asbuton dengan Surfaktan Anionik
DOI:
https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim.v21i03.140Keywords:
Bitumen, Asbuton, Natrium Karbonat, Natrium HidroksidaAbstract
Kebutuhan aspal nasional yang masih bergantung pada pasokan impor mendorong pemanfaatan sumber bitumen alam lokal, salah satunya Asbuton. Namun, diperlukan proses pemisahan untuk meningkatkan pemanfaatannya sebagai bahan pengikat. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pengaruh natrium karbonat (Na₂CO₃) dan natrium hidroksida (NaOH) sebagai alkaline atau alkaline modifier terhadap pemisahan bitumen yang terdapat dalam Asbuton menggunakan metode pemisahan media air panas dengan bantuan Sodium Dodecylbenzene Sulfonate (SDBS). Proses pemisahan dilakukan dengan penambahan Pelarut Solar-Dex, SDBS 0,125% sebagai surfaktan anionik, serta Na₂CO₃ dan NaOH pada konsentrasi 0,25% dan 0,5% sebagai alkaline modifier dengan variasi temperatur 60, 70, 80, dan 90°C. Media air panas berperan menurunkan viskositas bitumen dan mempercepat pelepasan bitumen dari mineral, sedangkan SDBS membantu menurunkan tegangan antarmuka antara bitumen, air, dan mineral. Na₂CO₃ dan NaOH digunakan untuk memodifikasi alkalinitas sistem, tetapi keduanya menunjukkan efek yang berbeda terhadap persen recovery bitumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Na₂CO₃ lebih efektif dibandingkan NaOH, ditunjukkan oleh peningkatan recovery seiring kenaikan temperatur. Nilai recovery tertinggi diperoleh pada penggunaan Na₂CO₃ 0,5% pada temperatur 90°C sebesar 70,04%. Sebaliknya, NaOH cenderung menurunkan recovery pada temperatur tinggi, terutama pada konsentrasi 0,5%. Dengan demikian, Na₂CO₃ lebih sesuai digunakan sebagai alkaline modifier dalam pemisahan bitumen Asbuton menggunakan media air panas.



