Sintesis dan Karakterisasi Adsorben Kitosan Berbasis Limbah Cangkang Udang Menggunakan Microwave Assisted Extraction
DOI:
https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim.v21i03.166Keywords:
Kitosan, Limbah cangkang udang, MAE, Derajat deasetilasi, Adsorpsi Cu(II)Abstract
Limbah cangkang udang merupakan residu hasil pengolahan laut yang melimpah dan mengandung kitin sebagai bahan baku kitosan yang berpotensi digunakan sebagai adsorben logam berat. Penelitian ini bertujuan mensintesis dan mengkarakterisasi kitosan menggunakan Ekstraksi Berbantuan Gelombang Mikro (MAE), dengan mengkaji pengaruh ukuran partikel dan konsentrasi NaOH pada proses deasetilasi. Cangkang udang diproses melalui demineralisasi dan deproteinisasi menggunakan iradiasi gelombang mikro pada daya 450 W selama 8 menit, kemudian dideasetilasi menggunakan NaOH 30–70% pada ukuran partikel 30–100 mesh selama 3 menit. Derajat deasetilasi (DD) dianalisis menggunakan FTIR, sedangkan karakteristik permukaan ditentukan melalui BET dan kemampuan adsorpsi Cu(II) diuji menggunakan AAS. Kitosan yang dihasilkan berupa bubuk putih tidak berbau dengan pH 7,6. Peningkatan konsentrasi NaOH meningkatkan DD, sedangkan ukuran partikel memberikan pengaruh yang lebih rendah. DD tertinggi sebesar 73,42% diperoleh pada ukuran 100 mesh dan NaOH 70%. Kitosan memiliki luas permukaan 147,407 m²/g dengan struktur berpori. Adsorpsi selama 10 menit menurunkan Cu(II) dari 9,2775 menjadi 4,1338 mg/L dengan efisiensi penghilangan 55,43%. Hasil menunjukkan MAE berpotensi menghasilkan kitosan sebagai adsorben Cu(II).




