PENURUNAN COD DAN TSS PADA LIMBAH CAIR DOMESTIK MENGGUNAKAN METODE OZONASI DENGAN INISIATOR H2O2
DOI:
https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim.v21i03.168Keywords:
COD, Hidrogen Peroksida, Limbah Cair domestik, Ozonasi, TSSAbstract
Limbah cair domestik mengandung senyawa organik dan padatan tersuspensi yang dapat mencemari lingkungan apabila tidak diolah dengan tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh waktu ozonasi dan volume H₂O₂ 35% terhadap penurunan Chemical Oxygen Demand (COD) dan Total Suspended Solids (TSS), serta menentukan kondisi optimum menggunakan Response Surface Methodology (RSM). Penelitian dilakukan secara eksperimental menggunakan limbah cair domestik dengan variasi waktu ozonasi 50, 70, 90, 110, dan 130 menit serta volume H₂O₂ 35% sebesar 3; 3,5; 4; 4,5; dan 5 mL. Kombinasi ozonasi dan H₂O₂ menghasilkan spesies oksidatif, terutama radikal hidroksil (•OH), yang berperan dalam degradasi senyawa organik dalam limbah. Hasil penelitian menunjukkan COD awal sebesar 602,94 mg/L dan TSS sebesar 56.500 mg/L. COD removal mencapai 87,75–91,91%, sedangkan TSS removal mencapai 99,72–99,92%. Kondisi optimum berdasarkan RSM diperoleh pada waktu ozonasi 90,41 menit dan H₂O₂ 3 mL dengan prediksi COD removal sebesar 89,60%, serta 50 menit dan H₂O₂ 3 mL dengan prediksi TSS removal sebesar 99,91%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kombinasi ozonasi dan H₂O₂ berpotensi digunakan untuk menurunkan COD dan TSS pada limbah cair domestik.




