Ekstraksi Minyak Atsiri Bawang Merah dengan Metode Maserasi Menggunakan Heating Mantle Stirrer

Authors

  • Nabila Romadloni Abdillah Putri Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Nafisa Farafi Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Atika Nandini Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur
  • Caecilia Pujiastuti Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

DOI:

https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim.v21i03.174

Keywords:

minyak atsiri bawang merah, ekstraksi maserasi, yield, GC-MS

Abstract

Minyak atsiri bawang merah memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi memberikan aktivitas antioksidan dan antimikroba sehingga dapat meningkatkan nilai jualnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan nilai % yield tertinggi dengan variasi waktu ekstraksi dan konsentrasi pelarut pada proses ekstraksi minyak atsiri bawang merah. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi dengan menggunakan heating mantle stirrer pada suhu 50°C. Bawang merah sebanyak 100 g diekstraksi menggunakan pelarut n-heksana dengan variasi konsentrasi 50-90 (%v/v) serta waktu ekstraksi 30-70 menit. Proses pemurnian minyak atsiri dilakukan dengan menggunakan distilasi sederhana pada kondisi operasi suhu 100°C dan waktu 30 menit. Produk hasil distilasi  dihitung nilai yield dan densitas. Analisa GC-MS dan indeks bias digunakan untuk mengetahui kandungan dan kualitas minyak atsiri bawang merah. Nilai yield tertinggi sebesar 3,33% dengan densitas sebesar 1,022 g/mL didapatkan pada kondisi konsentrasi  pelarut 50 (%v/v) dan waktu ekstraksi 70 menit. Nilai indeks bias sebesar 1,3413. Analisis GC-MS menunjukkan adanya senyawa oleic acid, glyceryl trilaurate, dan lauric acid sebagai komponen penyusun dengan area puncak tertinggi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa waktu ekstraksi dan konsentrasi pelarut berpengaruh signifikan terhadap karakteristik minyak atsiri bawang merah.

Downloads

Published

2026-10-21