IDENTIFIKASI KOMPONEN METIL ESTER HASIL REAKSI INTERESTERIFIKASI MINYAK JELANTAH DENGAN BIOKATALIS EKSTRAK DAUN SALAM
DOI:
https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim.v21i01.63Keywords:
biodiesel, interesterifikasi, biokatalis, daun salam, metil esterAbstract
Sintesa biodiesel terkendala dengan banyaknya tahapan proses yang harus dilakukan. Proses menjadi lebih efisien jika tahapan proses bisa dikurangi terutama pada tahap pemisahan produk samping dan katalis. Proses interesterifikasi minyak jelantah dengan biokatalis senyawa aromatic adalah solusi untuk mengatasi masalah tersebut. Ekstrak daun salam mengandung senyawa aromatic kuersetin yang berpotensi sebagai biokatalis pada pembuatan biodiesel tanpa pemisahan karena sebagai bioaditif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu reaksi dan konsentrasi biokatalis ekstrak daun salam pada konsentrasi metil ester yang dihasilkan pada reaksi interesterifikasi minyak jelantah menjadi biodiesel. Berat minyak jelantah yang digunakan 250 g, rasio mol minyak:metil asetat = 1:6, suhu 60oC, stirring speed 300 rpm, konsentrasi biokatalis (1%, 2% dan 3%) dan waktu reaksi (15 – 75 menit). Minyak jelantah, metil asetat dan biokatalis dimasukkan dalam labu leher tiga dan reaksi sesuai dengan kondisi operasi. Kondisi optimum didapatkan pada proses interesterifikasi minyak jelantah dengan biokatalis ekstrak daun salam 1% pada waktu reaksi 30 menit dengan konsentrasi metil ester 4781,5635 ppm.


