STUDI PENGOLAHAN AIR LIMBAH LABORATORIUM KIMIA MELALUI METODE NETRALISASI, MULTI SOIL LAYERING DAN ULTRAFILTRASI
DOI:
https://doi.org/10.33005/jurnaltekkim.v21i01.96Keywords:
Air Limbah, Laboratorium Kimia, Netralisasi, Multi Soil Layering (MSL), UltrafiltrasiAbstract
Air limbah laboratorium kimia seringkali ditemukan memiliki sifat berbahaya seperti pH yang sangat rendah serta kekeruhan, total padatan, dan kandungan logam berat yang dapat membahayakan lingkungan jika dibuang tanpa pengolahan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan studi awal pengolahan air limbah laboratorium kimia dengan kombinasi metode netralisasi, MSL dan UF, serta mengetahui efektivitasnya. Adapun hasil Analisa awal pada air limbah yang diperoleh yaitu pH sebesar 1,5; kekeruhan sebesar 133 NTU; total padatan terlarut (TDS) sebesar 22.970 ppm; total padatan tersuspensi (TSS) sebesar 2.704 ppm; dan konsentrasi Fe sebesar 761 ppm. Ketika menggunakan larutan basa (NaOH/KOH) untuk netralisasi, pH naik menjadi netral dan jumlah besi turun sebesar 92,49%. Namun, terjadi peningkatan TSS karena endapan terbentuk selama proses netralisasi. Penggunaan MSL mengurangi kekeruhan dan kadar besi masing-masing hingga 82,93% dan 98,79%,tetapi tidak menurunkan TDS/TSS secara memadai. Ketika MSL dikombinasikan dengan UF, peningkatan keseluruhan paling baik dengan pengurangan kekeruhan sebesar 82,48%; TDS sebesar 48,04%; TSS sebesar 4,88%; dan besi sebesar 99,87%. Dengan demikian, metode terintegrasi netralisasi, MSL dan UF mampu meningkatkan kualitas air limbah, meskipun diperlukan optimasi lanjutan untuk memenuhi baku mutu TDS dan TSS sebelum pembuangan ke lingkungan.


